Pindahan..

July 4th, 2006 by dwidyasanti

Yup..

Pindah ngeblog ceritanya, sekarang jadi di sini nih BlogKoe yang baru..Soalnya di sini kapasitasnya kurang gede sih..meskipun gampang banget buat ngisi apa2..dan lagi kayaknya lebih familier yang baru deh untuk ngeblog dan semacamnya..

Sedikit demi sedikit entar dipindahin semua deh termasuk poto2-na..itupun dengan catatan "ngga males"..hehehe..

Jadi silahken ajah kalo mo berkunjung ke sana..you are very pleased..ntar janji deh sering2 ngisi blognya (lagi2 dengan catetan "ngga males")..

-akuyangmasihmalessetelahliburan-

Finally…

June 19th, 2006 by dwidyasanti

Huh..setelah sekian lama berkutat dengan setting-an GPRS & MMS di my lovely hape..akhirnya bisa juga ikutan dalam komunitas pengguna internet di hape. Thanks to MyIndosat yang punya dokumentasi setting-an GPRS and MMS..

Akhirnya semua setting-an yang dulu2 kuhapusin semua..jreeett..ganti dengan setting-an baru. Serasa jadi makhluk ter-"stupid" di lingkungan kerja, gimana ngga udahlah kerja di perusahaan telekomunikasi, di bagian engineering pula masak setting GPRS ajah gagal maning..gagal maning.."gubraksss". Mana kerjaan juga ngurusin GPRS..walah..walah keterlaluan banget deehh..Nanya sana nanya sini gak ketemu jawabannya..belum lagi kalo pada ngirimin MMS..huaaaaaa…..bakalan ngga nyangkut deh di hape-ku.

Nanya status ama OMC..ternyata GPRS-nya aktif, sayang khan kalo ngga di pake, apalagi dapet subsidi dari perusahaan.."wink..wink". Terus kalo lagi kena "tetelo" alias bengong lagi nungguin sesuatu..aku khan bisa mengoptimalkan hape-ku untuk ngilangin bosen..

Pokoknya thanks to myIndosat (intranet perusahaan neh) deh buat segala infonya, and oh..iya sekarang YM-an pun udh bisa lewat hape…cihuuuyy..thanks banget ama Ramce yang udh ngasih software IM4.25-nya..Saik lah pokokna…

-gaptekbangetyak-

Comfort Zone..

June 8th, 2006 by dwidyasanti

Comfort Zone..2 kata itu akhir2 ini sering banget aku denger. Kata-kata yang menggambarkan suatu kondisi kenyamanan pada keadaan tertentu. Kenyamanan itu membuat kita tidak mengalami perubahan atau bahkan menolak perubahan itu. Kalau kita lihat di encyclopedia ini nih maksudnya:

Comfort Zone is the term used to denote a type of mental conditioning resulting in artificially created mental boundaries, within which an individual derives a sense of security.

These boundaries tend to result in an internal state of mind, an example of which would be rigid attitudes and beliefs, which may not necessarily be true. This may or may not manifest as an external situation in the individual’s life.

An example could be a recognized need to leave an unsatisfactory job but the fear of doing so as it would result in losing the sense of security the individual derives from the job. The sense of security the individual perceives could be attributed to the mental conditioning formed initially.

A comfort zone may result when the mental concept that (a) person(s) has/have about something and actual reality of it, are not congruent with one another. A classic example to take would be of self image.

Self image may be of 3 types :

1) Self image resulting from how the individual sees himself,

2) Self image resulting from how others see the individual

3) Self image resulting from how the individual perceives others see him

These 3 types may or may not be an accurate representation of the person. All, some or none of them may be true.

Nonetheless, they may result in a mental conditioning due to the creation of mental concepts used to represent the actual person, distorting the perceptions of both the individual as well as others. It could also lead to cognitive dissonance - the state of unease or discomfort an individual experiences when actual reality doesn’t correspond to the constructed mental image. 

Dan setelah kupikir-pikir ternyata diriku mengalaminya juga..mengalami suatu keadaan yang “comfort” (not really comfort siiyyy..) sehingga membuat diriku takut untuk menerima sedikit saja perubahan atau mencoba mengambil 1 langkah perubahan dalam hidupku. Perasaan itu diperparah dengan berbagai macam bayangan ketakutan akan terjadinya sesuatu yang tidak menyenangkan di masa mendatang akibat dari perubahan tersebut.

Well, misalnya saja sama seperti yang dicontohin di atas dalam hal pekerjaan, seringkali dalam terlintas dalam pikiranku untuk berhenti kerja dan mencoba peruntungan di tempat lain. Tapi begitu sudah deal semua lagi-lagi, perasaan ragu dan takut menyerang sehingga kembali menyurutkan langkah.

Takut akan suasana tempat yang baru, takut akan kerjaan yang akan dihadapi, gamang bagaimana harus beradaptasi dengan lingkungan baru, adanya perasaan sedih karena harus meninggalkan semua yang telah terbina dengan baik, dilanda perasaan malas untuk memulai belajar yang baru dan banyak lagi ketakutan2 yang sebenarnya diciptakan oleh pikiran kita sendiri.

Sebenarnya sah-sah saja kita berada di ”Comfort Zone”, tidak ada yang melarang dan itu tidak terlarang, dengan catatan kita sadar akan keadaan itu dan mau menerima segala konsekuensinya, tp adalah sangat menganggu jika kita selalu mengeluh dengan keadaan yang ada dan tidak mau mengambil satu langkahpun keberanian untuk mengubah keadaan tersebut sesuai dengan harapan kita.

Adalah sangat manusiawi perasaan2 takut dan gamang akan perubahan menghinggapi pikiran kita, karena itu adalah naluri yang diberikan oleh sang Pencipta, bukankah perasaan takut itu juga sebagai benteng alamiah untuk menghindari musibah??

Pernah suatu ketika aku membaca suatu artikel entah di mana yang mengatakan ”jika ingin sukses, maka diperlukan keberanian untuk keluar dari comfort zone”. Setuju atau tidak atas quote tersebut terserah masing-masing individu khan ??

Yang jelas, sekarang aku merasa hidupku lebih berwarna setelah sedikit2 aku berani mengambil satu langkah keberanian untuk keluar dari comfort zone-ku. Banyak sisi positif yang terjadi, seperti contohnya aku punya lebih banyak teman, aku lebih berani mengambil keputusan untuk diriku sendiri, hidupku tidak lagi terseret oleh kerutinan yang membosankan dan banyak lagi.

Dan ternyata ketakutan2 dan kegamangan yang menghinggapi pikiran itu sama sekali tidak terjadi, yang terjadi malah kebahagiaan yang datang menghampiri.

Well, yuk nyoba keluar dari comfort zone-mu dan rasakan sensasi yang berbeda dari kehidupanmu selama ini..percayalah ternyata itu menyenangkan…

-buatichayangsukseskeluardaricomfortzonenya-

Kun Fayakun…

May 28th, 2006 by dwidyasanti

Terjadilah, maka terjadilah. Bagi-Nya segala sesuatu adalah mudah, semudah membalikkan telapak tangan. Jika Dia berkehendak, tidak ada yang dapat menghalangi, keperkasaan dan kekuasaan-Nya meliputi langit dan bumi dan segala isinya. Segala sesuatu merupakan kepunyaan-Nya, segala sesuatu tunduk pada-Nya, segala sesuatu ada dalam genggaman takdir-Nya.

Engkau begitu sayang pada kami, Engkau tidak ingin kami terlena begitu jauh dengan melupakan rahman dan rahiim-Mu. Engkau ingin kami selalu tunduk dan ingat bahwa selalu ada langit di atas langit. Engkau akan selalu mengingatkan kami bahwa hidup tidak selalu berada di atas, hidup bagaikan roda yang berputar, dimana ada saat kami harus berada di bawah.

Jangan..jangan sedikitpun Kau palingkan muka-Mu dari kami, kami akan hilang ditelan kegelapan tanpa segala cinta dan kasih sayang-Mu. Bukalah mata hati kami, lapangkanlah dada kami, tundukkan kepala kami, pancarkan nur-Mu hingga meresap dalam di setiap aliran darah dan nafas kami, terngiangkan terus lantunan syukur itu di bibir kami agar sedikitpun kami tidak lupa akan segala nikmat yang telah Kau berikan. Bahwa cinta dan kasih sayang-Mu pada kami begitu besarnya walaupun kami seringkali berpaling dari-Mu, bahwa rahmaan dan rahiim-Mu membuat kami ada di muka dunia ini.

Ya Rahiim, sekalipun Engkau tidak menurunkan ujian pada kami jika kami tidak kuat menghadapinya. sungguh Engkau tidak akan mencoba kami jika Engkau lupa pada kami, hanya agar derajat takwa kami bertambah di sisi-Mu. Engkau Maha Tahu kelemahan kami, kemampuan kami, keburukan kami karena Engkaulah yang menciptakan kami. Kami adalah kepunyaan-Mu dan hanya kepada-Mu lah kami kembali. Tiada daya upaya kami selain hanya bergantung pada-Mu.

-teruntuksaudara2kudiJogjadansekitarnyayangdicintai-Nya-

Macaroni Schotel ala Pendekar…

May 18th, 2006 by dwidyasanti

Resep ini aku tulis atas permintaan Anne-nya Abdullaah aka Achie yang nun jauh di sana..( i miss you all..a lot..). Meskipun ngga tahu hasilnya enak atau ngga, paling ngga, pernah kubawa hasilnya ke kantor en temen2 bilang "not bad"..(atau mereka hanya lapar ??) and ponakanku selalu makan nambah (mereka sih hanya ada enak dan enak sekali..).

Aslinya sih bikinnya ngga pake resep, hanya ngandelin ingatan semata alias compar campur akibat tiap lebaran hidangan ini selalu tersaji di meja ibuku..pokoknya hasilnya harus "magh-tegh" (begini bukan tulisannya ??). Nah silahkan di catet en di praktekkan, kalo hasil-nya enak syukur alhamdulillaah, tp kalo hasilnya kacau jangan marah yaaa..lain kali nyoba yang udh jelas tercantum di buku resep yaa..hehehe

Bahan-bahan :

250 gr macaroni (yang bentuk koma atau yang long macaroni)

150 gr mentega

air putih secukupnya untuk merebus macaroni

100 gr keju cheddar di parut (kalo mau mantap banyakkin kejunya..)

2 btr telur ayam di kocok lepas

250 cc susu cair (lebih enak yang full cream)

150 gr kornet sapi atau daging cincang

bawang bombay secukupnya dicincang halus

bawang putih secukupnya dicincang halus (sesuai selera ajah..)

gula, garam, merica secukupnya, penyedap rasa (kalo suka..)

Cara membuatnya :

1. Rebus macaroni sampai matang, tambahkan 50 gr mentega, tiriskan, biarkan di panci.

2. Tumis bawang bombay dan bawang putih dengan sedikit mentega sampai harum, masukkan kornet atau daging cincang. Tumis hingga kornet/daging tercampur sempurna dengan bawang.

3. Masukkan tumisan daging ke dalam adonan macaroni, aduk sampai tercampur rata.

4. Berturut-turut masukkan susu cair, parutan keju, telur kocok, bubuhi garam, sedikit gula, merica dan penyedap rasa, aduk sampai tercampur rata.

5. Siapkan loyang atau pyrex bundar diameter 22cm, olesi dengan mentega.

6. Tuang adonan macaroni kedalam loyang, ratakan.

7. Taburi atasnya dengan keju parut (yang banyak lebih mantapp..) dan beri mentega sedikit2 di atas keju (spy mengkilat..).

8. Panggang dalam oven bersuhu 180 derajat (used to 225) selama 30 menit (jangan lupa di pindah2in dari oven atas ke oven bawah..agar matangnya merata) –> atas saran Achie, suhunya diturunin soalnya takut kegosongan…

9. Sesudah matang, potong-potong sesuai selera, hidangkan hangat dengan saus sambal..(sllluuuuurrppp..)

tips :

  • kalo mau lebih manteep, tambahin keju-nya yang banyak.
  • hati-hati dengan susunya kalo kebanyakkan malah hasilnya jadi lembek..tp kalo suka sih ngga papa..
  • kalo pake daging cincang, jangan lupa beri sedikit garam pada tumisannya biar ada rasanya..kalo kornet ngga usah kali yaa..

ps. sayang ngga ada fotonya..abisan kalo udh mateng ngga kepikiran untuk moto-in yang ada langsung disikat abeezzz…ditunggu komennya kalo abis dipraktekkan yaa..apalagi kalo mau dikirim ke aku..

-silahkan menikmati-

Somewhere Out There

May 16th, 2006 by dwidyasanti
By Kenny Loggins
Somewhere out there,
Beneath the pale moon night,
Someone’s thinking of me,
And loving me tonight.
Somewhere out there,
Someone’s saying a prayer,
That we’ll find one another,
In that big somewhere out there.
And even though I know how very far apart we are,
It helps to think we might be wishing
On the same bright star,
And when the night wind starts to sing
A lonesome lullaby,
It helps to think we’re sleeping underneath the
Same big sky.
Somewhere out there,
If love can see us through,
Then, we’ll be together,
Somewhere out there, out where dreams, come true.
And even though I know how very far apart we are,
It helps to think we might be wishing
On the same bright star,
And when the night wind starts to sing
A lonesome lullaby,
It helps to think we’re sleeping underneath the
Same big sky.
Somewhere out there,
If love can see us through, (can see us through)
Then, we’ll be together,
Somewhere out there, out where dreams, come true.
-for Ita, don’t stop begging, please-

Johari Window..

May 14th, 2006 by dwidyasanti

Ini site aku lihat di blog-nya Anne-nya Abdullaah..quite good..and interesting..you’re welcome to see this link Another Side of Me and please let me know what you are thinking bout me..I will appreciate it..

-deen@-

Koleksi..

May 10th, 2006 by dwidyasanti

Punya benda2 koleksi ngga ? Seperti misalnya perangko, koin, pin, kartu telepon, boneka, piring2 kecil, gantungan kunci..uuh pasti deh banyak macemnya tergantung orang senengnya ngumpulin apa..Atau yang lebih mahal-an lagi kayata botol2 parfum, sepatu (ini yang aku bingung sepatu kok dibuat koleksi), tas (sama ini juga membuat aku bingung), malah ada yang koleksi mobil kuno (yah..ammpuun deehh). Sat hal yang kepikiran di otakku..orangnya yang mengoleksi suatu benda ato jenis benda pasti orang yang sangat telaten..dia mesti merawat bener benda koleksinya supaya utuh, awet dan tetep kinclong..berat banget ya..

Aku punya teman yang mengoleksi macam2 pengaduk minuman alias STIRRER bahasa kerennya..unik banget..aku suka ngeliatin koleksinya, dia mendapatkan pengaduk2 tersebut dari kafe, restoran ato hotel. Malah kalo kebetulan aku melihat pengaduk dari hotel tertentu (usually it’s free)..aku ambil dan kuberikan padanya..senang kalo ngeliat koleksinya bertambah..

Dulu, waktu aku remaja (ciee..), di salah satu majalah remaja (kalau ngga salah) ada tuh rubrik "Koleksi"..wuih ngeliat benda2 yang jadi koleksi tuh seneng banget selain karena unik dan lucu, kok ya telaten ngumpulin benda2 itu. Ada yang ngumpulin benda serba kucing, ya dari pin gambar kucing, boneka kucing, gelas bentuk kucing, gantungan kucing sampai2 sepatu-pun kalo ada kucing-nya kebeli kali yaa..terus ada yang ngumpulin replika mobil2 mewah dalam bentuk mini (biasanya sih cowok yang suka ngumpulin kayak begini..). Berbagai macam deh sehingga menimbulkan keinginan di diriku untuk sama seperti mereka untuk mulai mengumpulkan sesuatu..

Jadilah segala macam benda pernah kucoba untuk dijadikan koleksi seperti misalnya : kartu telepon.. Tahukan dulu waktu jaman rikiplik..PT. Telkom ngeluarin telepon kartu (sekarang masih ada ngga siyy..), nah gambarnya kartu telepon itu khan macem2 ya..lucu dan bagus2 deh..mulai deh hunting kartu..dari beli sendiri, minta temen yang kartu teleponnya udh habis ampe nongkrongin teleponnya sendiri siapa tahu ada yang ninggalin bekas kartu di sana. Ngga puas hanya kartu telepon negeri sendiri mulai deh kartu telepon negeri2 orang dilirik..kalau ada saudara, temen, ato orang lain yang baru pulang  dari luar negeri ato malah mau pergi ke sana pasti deh nitipnya kartu telepon..murah meriah khan ??  Tapi itu ngga bertahan lama..cukup sampe 2 buku kartu nama ajah ngumpulin-nya, kenapa ?? Karena aku bosan..ternyata banyak juga yang ngumpulin kartu telepon kayak begitu..

Terus mulai berpindah ide..hmm..gara2 sering di suruh training ke luar, ngeliat gantungan kunci untuk souvenir bagus2 mulai lah benda koleksi berganti..dari bentuk kayu, boneka sampai yang hanya berupa manik2..seluruh sanak saudara dan teman dikerahkan untuk menyerahkan upeti berupa gantungan kunci ke aku..hasilnya cukup sampai 2 laci saja..dan lagi2 bosan melanda..huh..status sekarang gantungan kunci sudah semakin menipis persediaannya karena ternyata banyak kunci yang perlu untuk di kasih gantungan..

Sejak saat itu silih berganti benda2 yang jadi koleksiku seperti pin, gelas-gelas sloki, koin, souvenir pernikahan (yang ini mah punya tujuan, siapa tahu ada yang bisa kubuat sebagai contoh souvenir pada hari pernikahanku nanti..hehehehe..kapan yaa..sementara itu souvenir udh pada hilang), sampai alas gelas hotel..Seperti yang sudah2, bosan teteup ada. Benda-benda itu tidak bertambah malah semakin menipis..ada yang di buat pajangan, ada yang hilang dan ada yang pecah..hehehe..teteup rasa ketelatenanku tidak sebesar itu..Lagipula benda2 itu ternyata orang2 banyak yang mengoleksinya juga..jadi ngga unik deh..

Sampai suatu saat, pada saat mau pergi training ke luar, salah satu temen nitip untuk dibeliin benda yang pertama kulihat kayak tongkat kecil tapi bentuknya pipih dan punya rantai kecil di atasnya..dan ternyata nama benda itu pembatas buku..hmm tahu kan bahasa inggrisnya..bentar biar kuceritain sesuatu yang bodoh..pada saat kucari benda tersebut di toko souvenir jadilah aku dan temanku bingung apa yaa nama benda itu dalam bahas inggrisnya sampe kepikiran kata2 demikian : BOOK DIVIDER, PAGE DIVIDER, BOOK CLIP pokoknya berusaha sedemikian rupa menjelaskan sama pemilik toko apa nama dari benda tersebut…ternyata oh ternyata..untunglah dia mengerti di ambilnya salah satu benda yang serupa dan di sana tertulis BOOKMARK…haaaa..kecut dan malu pastinya. Dari sana ternyata aku menemukan berbagai macam bentuk dari BookMark dan hatiku jatuh cinta dengan benda-benda tersebut.

Mulai saat itu kuputuskan bahwa benda koleksiku berubah menjadi kumpulan BookMark..senang rasanya berburu macam2 BookMark, bahkan teman-temanku dengan senang hati setiap kali berpergian dari luar  pasti mereka membawa oleh2 khusus untukku sebuah BookMark dengan tulisan kota asal BookMark tersebut atau kalau mereka melihat di toko buku ada BookMark pasti info tidak pernah ketinggalan mampir di telingaku. Haa..senangnya sampai sekarang aku masih rajin mengumpulkan BookMark, bosan..belum dateng tuh..apa karena aku suka buku kali yaa..?

Tapi percaya atau tidak benda koleksi BookMark-ku itu tidak pernah sekalipun kupakai sebagai pembatas buku yang kubaca..dengan satu alasan TAKUT HILANG..sayang banget kalo mesti kehilangan satu benda dari koleksiku itu.. Lagipula susah lho ngedapetin benda2 itu..jarang2 yang jual..ngga percaya coba cari di toko buku ato di toko souvenir palingan yang ada bentuk BookMark dari kertas, ngga ada yang bentuknya Ikan, Kodok, Koin, Wayang, Bunga..(foto-fotonya kususulkan nanti), terus ada tulisan kota2 dimana ngedapetin BookMark tersebut..pokoknya cantik, bagus, lucu dan UNIK..selama ini sih belum pernah nemuin orang yang punya kesamaan koleksi..(ato mungkin salah satu dari kalian ?? sharing doong..)

Sampai sekarang koleksiku belum begitu banyak, tapi kepuasan mendapatkan BookMark itu masih melekat erat di pikiranku..sampai tadi malam aku mendapatkan 3 macam bentuk BookMark yang baru hasil hunting di EX..aah gembira rasanya melihat koleksiku bertambah lagi..Cuman 1 hal yang aku bingung bagaimana cara memajang BookMark2 tersebut biar enak dipandang mata..mungkin di tempatkan di wadah-wadah seperti mug kali yaa..

Well..it’s all about my colllectibles..ada sebagian benda2 koleksiku yang dulu masih kusimpan seperti: alas gelas hotel (suatu saat aku akan memajangnya dan membingkainya), pin (sudah kupajang dengan mengaitkannya di kain dan di tempel di dinding..), gelas sloki (ini mah udah duluan mejeng di atas lemari pakaianku..), koin dari negara2 Euro (ini tersimpan rapi di buku koin..). Yang terlupakan pun ada, seperti kartu telepon (aku lupa menaruhnya di mana..di Bekasi kalee..), gantungan kunci (hahaha..ini mah banyak dimintain untuk temannya kunci), souvenir (yang bagus2 masih buat pajangan, tp banyak juga yang ilang..).

Jadi kesimpulannya : jika kamu jalan2 ke dalam ato ke luar negeri ato malah jalan2 ke toko buku or souvenir or toko apa ajah..nah pas kamu lihat BookMark yang lucu, bagus or unik..jangan sungkan2 ya bawain untukku ;)..aku ngga bakalan nolak deh..ato malah kalo kamu ngeliat doang terus kamu bilang ke aku..thanks a lot..segera aku datengin tempatnya (asal masih bisa kejangkau yaa..)..

Oh..iya foto2nya semua koleksi ku bakalan mejeng di foto albumku..sementara masih nunggu kamera bokap yang lebih canggih buat ngepotretin satu2..so kamu punya benda koleksi, ngga mesti telaten kok (contohnya aku)..asalkan kamu senang dan bendanya unik..??

-dina-

Takut…

April 7th, 2006 by dwidyasanti

Akhirnya setelah sekian lama, gw merasakan ketakutan yang amat sangat.. Kejadian baru minggu kemaren, ceritanya rame2  jalan2 ke Jatiluhur nganterin bokap yang udh lama pengen banget ke sana.. Nyampe di sana, kakak gw ngajakin naik semacam kereta2an yang di kayuh pake kaki gitu berikut ponakan2 gw..Keliatannya sih gampang banget cuman ngitarin rel kereta bolak balik..ah..kayak kereta2an yang ada di TMII itu loh..

Kereta pertama ponakan2 gw naik berdua, abis itu gw naik bareng ponakan gw, Luthfi, yang laen, yang aktif sangat..terus kakak gw ama anaknya…mana abis motoin gw, kakak gw  langsung ngasih kamera ke gw..lah sibuklah gw mikirin si Luthfi yang heboh banget pengen ngayuh tuh kereta meskipun kakinya belum nyampe plus mikirin kamera yang bingung mau ditaruh kemana (karena gw ngga bawa tas pas itu)..

Beberapa kayuhan baru gw nyadar…masyaAllah..tuh kereta cuman punya satu rel en letaknya berada di tengah2 antar 2 orang (kebayang ngga siiyy..sayang ngga gw potret), keseimbangan bener2 ngga bisa dipercaya deh, terus mana keretanya berderit-derit karena karatan… Dan baru nyadar juga kalo kita ngga pake safety belt (emang ngga ada deng..sigh..) and nyadar lagi kalo di depan itu rel kereta berada di atas ketinggian kira2 10 meter-an kebawah, en di bawah cuman ada ada rumput yang menutupi batu2 karang… Terus ketemu ama ponakan gw yang 2 di depan yang umurnya 9 th en 7 th..bilang "ampuun..tante..ampun..ngga mau lagi…ngeri banget.."

Panik..panik..panik…deg..deg..deg…padahal itu belum setengah jalan..konsentrasi kepecah antara si Luthfi ama kamera (soalnya kamera punya bokap..ck..ck..ck). Tangan gw dingin banget..en pegangan kenceng banget..tp gw harus tetep ngayuh nih biar cepet sampe..Kakak gw yang ada di belakang, gw teriakkin kalo gw takut banget..eh..malah dia bilang..jangan berhenti ngayuh..sambil bilang "hayo Dina kamu bisa…kamu bisa.." Gw percaya banget degh kalo si kakak juga panik bin takuuutt..abis dia bawa anaknya yang cewek pula yang terkenal penakut…(sorry ya Tsan..)..

Udah deh..segala ucapan dzikir udh gw keluarin saking takutnya..takut si Luthfi tiba2 loncat2. Sempet gw tanya ama dia "Fi, ya udah ya..kita sampe setengah aja ya..ngga usah sampe muter lagi..(karena ternyata belokan yang satu lagi lebih parah ketinggiannya ada kali 15 meter-an gitu…sigh..)" Eh..lah kok ya si barokokok itu geleng2 minta terus..mati gw..mana kaki udh gemeter ngga karuan ngga kuat ngayuh..kalo ngga di kabulin bakalan ribut seantero jagat..kalo dikabulin kok ya kaki udh ngga mau diajak kompromi…

Akhirnya gw nyerah..pas sampe di pertengahan which is tempat pertama kali naek..aku nyerah..ngga sanggup buat nerusin..lah penjaganya malah bilang "ngga pa-pa mbak..terusin ajah aman kok.." Dalam hatiku "aman gundulmu…!!" Kaki gw udh ngga bisa bergerak..tp si Luthfi merengek minta terus..waduh..gimana caranya nih..akhirnya kakak gw minta tolong ama penjaganya untuk nerusin tu kayuhan ambil nemenin si Luthfi (ngangkat anak sementara kalee…)..Gw cuman berdiri bengong..ngga abis2nya nyumpah2 tu kereta..gila man..fear factor banget..mending fear factor ada safety belt, ini benar2 uji nyali pisan…

Alhamdulillaah si Luthfi anteng, dia cuman heboh ngayuh ajah..en si bapak penjaga itu dengan profesionalnya mengayuh dengan tangkas..ternyata di belokan itu ada yang sedikit miring..jadilah pas kemiringan itu si Tsan teriak "Allahu Akbar..Allahu Akbar" jadilah si ibunya tambah stress..hahaha gw bilang juga apa..ternyata si kakak takut juga..

Abis itu..baru terungkap ternyata ponakan2 gw ketakutan juga..ngga bakalan mau ngulangin lagi..cukup sekali ajah..tumben gw pikir utk anak2 yang selama ini ngga kenal takut maen kayak begituan..Bener2 nakutin tu kereta dari luar ajah keliatan aman dan menarik ternyata piuh..apalagi kalo badan udh ngga imbang…miring kanan kiri deh..

Dari sana gw ngambil kesimpulan..ternyata orang Indonesia kalo ikutan Fear Factor lawan orang2 sana mungkin pada menang kali ya..liat ajah salah satunya buktinya, belum lagi yang kalo nyebrang jalan sembarangan (termasuk gw siih..) pasa arus kendaraan sedang kenceng2nya…Tapi beneran kali ini gw nyerah angkat tangan..GUE TAKUUUUTT….!!!

PS : Ntar deh kalo ke sana lagi gw mau foto tu wahana..biar jelas rupa sesungguhnya…

Travelling..

February 8th, 2006 by dwidyasanti

One of my hobbies..ngga tahu nyadarnya kenapa suka ama yang namanya perjalanan. Mungkin sejak kecil, ayahku selalu menyediakan waktunya untuk mengajak anak-anaknya pergi ke luar kota pada saat liburan sekolah. Kemana saja..pada saat di Pontianak, Ketapang dan Singkawang menjadi tujuan liburan..walaupun saat itu aku belum tahu apa yang harus dinikmati..maklum masih balita..Kepindahan ayahku ke Sumatera tidak mengurangi kebiasaan tersebut malah mungkin semakin parah. Tidak hanya liburan sekolah, Sabtu Minggu pun pasti tak terlewatkan ayahku untuk jalan2..entah itu memancing, ke istana, ke museum atau bahkan hanya sekedar keliling kota..well, there was no mall at all..thanks God actually..

Sumatera..banyak objek yang bisa dinikmati..di Padang misalnya ada danau Singkarak, danau Maninjau, danau di Atas, danau di Bawah, BukitTinggi dengan Jam Gadangnya, Air Terjun Lembah Anai, Ngarai Sianok, dll-nya..well ngga ada yang nandingin ciptaan-Nya khan..paling berkesan adalah Embun Pagi..menginap sehari disana serasa menginap di musim dingin..mandi pun tak ingin..bagaimana ngga..secipratan air saja bisa membuatmu gemetar sekujur tubuh..menarik nafas hmmm..segar rasanya..Entah bagaimana keadaannya kini setelah berpuluh2 tahun kutinggalkan..masihkah indah seperti dulu? Atau hilang auranya tak terpelihara..

Medan..cuman 1,5 thn di sana tetap saja ayah masih sering mengajak jalan2..yang paling kuingat adalah pada saat aku dibawanya ke danau Toba..seharusnya itu menjadi perjalanan yang menyenangkan naik perahu motor melintasi danau dan singgah ke Pulau Tuk-Tuk..tp yang ada aku malah sakit..tidak sanggup berdiri dan kerjaku hanya tiduran di pangkuan ayahku..Sepulangnya dari Toba..badanku panas tinggi..haah ternyata gejala lever hinggap di tubuhku. Benar2 pengalaman yang aneh..Tapi itu tak mengurangi rasa ingin tahuku akan jalan2..Setiap kali liburan tetap saja jalan2 merupakan agenda wajib keluargaku..

Kemudian setelah itu Madiun menjadi tujuan tugas ayah berikutnya..well anak2nya semakin besar dan punya kepentingan sendiri2..untuk jalan2 rasanya menjadi hal yang sangat berharga..apalagi kakakku sdh mulai kuliah dan bersekolah di lain kota..semakin jaranglah jalan2 dilakukan..paling kuingat hanya jalan2 ke Jogja..Candi Borobudur..itupun dengan pasukan tidak lengkap…

Tapi untunglah Madiun hanya sebentar saja, dan Malang menjadi tempat tinggal kami seterusnya..kegilaanku akan jalan-jalan semakin parah..bayangkan saja aku dan my gals bisa dengan gila memutuskan untuk jalan2 ke Payung, Selorejo, Cangar, Wajak, Mojokerto dengan naik motor (murah meriah)..kebayang ngga motor mogok di jalan karena ngga bisa "ngangkat" di ketinggian..belum lagi ngangkut motor (ini benar-benar dilakukan pake tangan)  ber’8 hanya karena pengen liat air terjun "kecil"..kemudian maen di sungai dan keplok tangan pada saat liat salah satu teman jatuh ke sungai…hahaha. Atau sembunyi2 di masjid karena takut kepergok sama temen kuliah..tetep ajah besok dapet kultum darinya..anak perempuan harusnya ngga pergi terlalu jauh..(masak iyah sih Dy..dia ngomong kayak gitu??)..haaa..Atau pd saat temanku kangen sama gebetannya, dia langsung menyeret aku untuk sekedar jalan-jalan ke desa gebetannya..naek motor tentunya..haaahh..perjalanan yang aneh dan menyenangkan..Well beprgian dengan orangtua sudah sulit dilakukan..bolehkan inisiatif pergi sendiri…hehehe..Liburan kuliah adalah hal yang paling ditunggu-tunggu, adventures would begin..maen ke desa-desa teman-temanku, naek gunung Panderman dan Bromo..aahhh..I miss all that things..

Yang paling mengasyikkan adalah pada saat ayahku ditugaskan di Denpasar, pucuk dicinta ulam tiba..meskipun ayah dan ibu meninggalkan kami untuk fokus sekolah di Malang, tetap saja liburan berangkat sendiri dengan naik bus malam ke Bali..Kupikir Bali adalah kawasan yang begitu indah, well banyak turis yang melancong kesana khan kata koran2..tapi bagiku tidak begitu indah..jalanannya terlalu sumpek dan gelap..terlalu banyak hal mistis yang tidak kusukai..Biar bagaimanapun bentuknya itu..aku menyukainya karena pada saat itulah keluargaku bersama jalan-jalan kembali setelah sekian lama disibukkan oleh kegiatan masing2 orang. Begudul, Tanah Lot, Ubud, Uluwatu, Nusa Dua..adalah kenangan yang tak terlupakan. Sekali-kalinya naik JetSki di Nusa Dua..ngga terulang lagi sampai sekarang..

Mungkin beranjak dari situlah aku selalu bercita-cita jika aku bekerja nantinya, aku harus bisa jalan-jalan ke manapun yang aku mau..especially to abroad..Well dreams came true, meskipun dengan dalih training, tetap saja jalan-jalan tetap bisa dilakukan di sela-sela waktu luang. Munchen, Mulhouse, Paris, Singapore, KualaLumpur, Shenzhen, Melbourne, Sydney, Brisbane lumayan udh pernah di sambangi. Belum lagi kalo dinas ke luar kota, Medan (aku hampir tidak ingat lagi bagaimana wajahnya dulu), Makasar, Balikpapan, Bandung, Semarang, Palembang…how lucky I am…Atau kalau ada family gathering, entah itu menginap, tembak2an atau rafting..pokoknya jalan2 khan..

Meskipun dengan segala kerepotannya, bagasi yang full dan overweight, kendala bahasa yang menyedihkan, ketidakcocokan dengan makanan asli daerah yang di tuju, belum lagi perbedaan waktu dan cuaca, transportasi yang harus dimengerti benar-benar kalo tidak ingin tersesat (well, it happened to me many times.:))..I always love travelling..not maniak..tapi paling tidak aku menikmati setiap momen-nya..Momen yang mungkin hanya terjadi sekali seumur hidupku..

Right now, bener-bener aku pengen liburan lagi..dan travelling, let’s go babe..tabungan udh cukup, tinggal nunggu saat yang tepat and no matter where it will be..Cobalah..rasakan dan nikmati segala kerepotannya..and swear deh, you will enjoy it again and again…

-lagipengenjalanjalan-