Archive for June, 2005

Tears..

Wednesday, June 22nd, 2005

Menangis itu perlu..

Bahkan jika itu hanya sekedar meneteskan air mata..untuk sekedar melepaskan sesak yang menggumpal di dada.

Banyak orang yang begitu mudah meneteskan airmata. Sedikit-sedikit airmata bisa mengalir tanpa ada perlawanan untuk menahannya. Terutama kaumku yang kata orang lebih banyak mengandalkan perasaan daripada rasio. Cengeng, itu cap yang ku beri pada orang yang seringkali menjadikan airmatanya sebagai senjata (maafkan aku..)

Tapi tidak sedikit pula orang yang kesulitan untuk mengeluarkan airmatanya, meskipun pada saat terberat sekalipun. Sombong, kalau itu cap yang ku beri untuk orang-orang seperti itu , termasuk diriku. Karena dulu, bagiku kupikir menangis adalah pekerjaan yang sia-sia, hanya orang yang lemah yang sering melakukannya.

Ada seseorang yang mengatakan begini "jika kau merasa ingin menangis, dan airmatamu ingin berhamburan keluar, maka berdirilah terbalik maka airmatamu akan tertahan dan tidak akan jatuh berderai". Hmm..betapa berat usaha hanya untuk menahan tangis..

Sekarang aku mulai bisa mengerti kenapa menangis itu perlu. Bahkan menangis menjadi hal yang indah pada saat seorang ayah menangis sewaktu menyaksikan langkah pertama putrinya yang baru bisa belajar berjalan. Menangis membuat perasaan menjadi lebih peka, membuat beban yang menghimpit di dada lepas satu persatu, membuat dunia jadi terasa lebih lega walaupun hanya sesaat. Menangis juga bisa membuat kita sadar ternyata banyak sekali keindahan yang terlewatkan oleh mata hati kita.

Jadi menangislah jika kamu ingin menangis, meski itu harus lari dari kerumunan orang dan bersembunyi di toilet agar semua orang tidak menatapmu dengan aneh. Atau menangislah pada saat kau berada diam di meja dan memandang kosong ke arah komputermu. Atau di kamarmu pada saat kamu merasa begitu sedihnya sampai tak tahu harus berbuat apa. Atau juga pada saat kau memeluk sahabatmu saat kau mendengar kabar bahagia darinya. Menangislah bila kerinduan pada orangtuamu begitu menghentak-hentak, menangislah bahkan pada saat bahagia sekalipun. Juga menangislah setiap saat kau teringat begitu banyak kezaliman yang telah kau perbuat. Dan bila kau sangat ingin menangis, menangislah, kapan saja itu. Laki-laki sekalipun tidak diharamkan menangis, karena menangis bukanlah cengeng, bukanlah lemah.

Aku bahagia sekarang karena aku bisa menangis, karena dengan begitu aku bisa lebih memahami kesedihan orang lain, dengan begitu dadaku tidak begitu sesak lagi, dan dengan begitu hidup tidak terasa lebih berat untuk dijalani.

-waktu itu aku menangis-

Tears
By :

Pete Heron

My frozen heart is melting through my eyes,
My hidden feelings tear away from past disguise,
If ‘ere you wanted proof that I could care,
See then these tears that slowly cloud my stare,
Those tears with which you thought I could not part,
You have brought stumbling from a sundered heart.

Tear Drops
By : Rachel Clark

Slick and smooth you run from my eyes,
Like a fountain over flowing.
You slide, you glide, so graciously,
But you I re hidden from the world, covered so no one sees
So, why do we hide our tears?
They are a symbol of who we are,
They show are hopes dreams and fears.
They show love, passion, sadness, and grief.
When we hide our tear drops we only hide ourselves.
So when you feel the need to cry,
Let the tears flow from your eyes.
Because the beauty of our mind, our tears, our beliefs
Are that they are important everyday,
In everyway.
To the world your and angel, the most beautiful of things,
So let passion guide you, and let love be your wings. Why would you want to hide?
Who you are deep inside.
You are the most beautiful of all,
So let your tear drops fall.

Lucky Me..

Monday, June 20th, 2005

Lucky Me,..seharusnya itu yang selalu ada dikepalaku setelah apa yang telah kulalui selama ini..

Betapa beruntungnya diriku, betapa banyak kasih sayang-Nya yang tercurah untukku, betapa besar karunia-Nya padaku, betapa indah hidupku selama ini, tetapi masih saja pikiran itu berseliweran di otakku..masih saja ada yang kurang kurasakan dalam hidupku. Kurang berani mengambil tantangan, kurang berani mengambil resiko, even yang terkecil sekalipun, kurang berani survive atas apa tantangan yang ditawarkan.

Banyak kata seandainya yang masih terperangkap dalam otakku. Seandainya aku tidak plin-plan, seandainya aku tidak peragu, seandainya aku lebih berani, seandainya aku tidak pemalas..dan seandainya aku lebih ulet..apalagi kalau teringat segala hal atau yang belum aku (berani) lakukan.

Aku ingin sekali bebas, pergi kemanapun aku mau. Melanglang buana berkeliling dari suatu tempat ke tempat yang lain, tanpa ada yang menganggu. Aku ingin sekolah lagi ke tempat dimana aku harus berusaha lebih keras untuk hidup sendirian dan tempat dimana aku bisa merasakan kerinduan yang lebih pada orangtuaku, saudara-saudaraku dan kampung halamanku. Aku ingin bisa memberi lebih kemampuan dari sekedar yang aku bisa. Aku ingin bisa lebih berarti dalam hidup..

Ibuku pernah bertanya padaku, begini tanyanya "Apa yang masih ingin kau cari Dina?". Iya..apa sebenarnya yang aku cari, di atas berjuta-juta keinginanku, sudah ada bertriliunan nikmat yang telah aku terima dari-Nya..seharusnya aku lebih bersyukur, seharusnya aku lebih menghargai atas apa yang telah diberi, seharusnya aku lebih bangga atas apa yang telah kucapai selama ini dan seharusnya aku bisa lebih ikhlas mengatakan….LUCKY ME…

Green Day
Time Of Your Life

     Another turning point, a fork stuck in the road
     Time grabs you by the wrist, directs you where to go
     So make the best of this test and don’t ask why
     It’s not a question but a lesson learned in time

     It’s something unpredictable
     but in the end it’s right
     I hope you had the time of your life

     So take the photographs and still frames in your mind
     Hang it on a shelf of good health and good time
     Tattoos of memories and dead skin on trial
     For what it’s worth, it was worth all the while

     It’s something unpredictable
     but in the end it’s right
     I hope you had the time of your life

-